Secarik kertas...

Malam ini, kuobrak-abrik isi lemari entah apa yg memotivasiku, hingga akhirnya mataku tiba-tiba terpaku pada 4 buah buku yg berjejer bersama tumpukan buku lainnya, kusebut sebagai buku diary. Tanganku tertarik meraihnya, lalu mataku tak sabar ingin mengabsen lembar perlembarnya.
"Ah, ternyata aku dulu lebay yah..." gumamku sambil tertawa.
Bagaimana tidak? Setiap buku memiliki cerita yg berbeda daengan orang yg berbeda pula. Setiap momen kuabadikan dalam buku ini...

Mataku terfokus pada selembar kertas yang masih lengkap bersama sobekannya, ah kertas itu masih kusimpan ternyata. Aku kembali membacanya, kalau tidak salah, kertas itu kudapatkan saat menyandang gelar maba, sepucuk surat? Bukan juga, melainkan seseorang dengan sengaja menulis isi hatinya pada kertas itu, aku mendapatinya saat dia menitip tumpukan bukunya padaku. Kira-kira penulisnya adalah orang yg kubuat menanti selama berminggu-minggu, semua harapannya ia tuliskan, "...aku bahkan sudah mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan yang terjadi, akan kuhadapi dengan lapang dada, segalanya hanya demi kamu yang kunanti..." begitulah penggalan tulisan sebagai penutupnya.

Maaf, aku adalah tipe yang selalu membutuhkan waktu yang panjang dalam memutuskan sesuatu, mungkin dengan segala pertimbangan. Terlihat egois bagimu, namun itu hal yang wajar menurutku...

Jika ditanya kemana dia? Dia tetap ada, kami selalu bersama, namun tidak dengan rasa yang sama. Kami berteman baik. Dia sudah punya jalan, pun denganku...

Sudah, tidak ingin kukorek terlalu dalam kisahku bersamanya biarlah ia tersimpan dengan apik disana...

Untuk kamu yang sedang membaca ini, kusarankan jangan jatuh cinta, jatuh akan sakit,  namun jika sudah terlanjur jatuh, bangkitlah lalu bangun cintamu dengan dia, pasangan halalmu...

Komentar

Postingan Populer