Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Terimakasih, Kakak.

Dia adalah kakakku. Seorang yang berjiwa besar, penyayang, penurut, sedikit menyebalkan. Kami mandiri sedari kecil, LDR dengan orangtua. Terkadang orang-orang yg belum mengenal persis mereka mengira bahwa kami cuma dua bersaudara. Bahkan sebagian dari mereka mengira bahwa kami bukanlah saudara karena tidak punya kemiripan sama sekali. Dari enam bersaudara hanya kamilah yang ditinggal dikampung untuk melanjutkan sekolah. Sedangkan adik kami diboyong oleh orangtua karena mereka masih terlalu kecil untuk ditinggal. Kakak kedua kami juga harus ikut untuk membantu bapak di rantauan agar kelak bapak tua, ada yg mewarisi tradisi keluarga kami sebagai panrita lopi (pembuat perahu phinisi) sebagaimana beliau mewarisi kepiawaian sang kakek. Berselang beberapa tahun, kakak pertama kami pun juga ikut ke rantauan bersama suami dan anaknya karena potensi untuk menghasilkan dikampung sangatlah minim. Semakin Aku bertumbuh, semakin sadar bahwa bekerja keras adalah sebuah keharusan karena kami b...

Postingan Terbaru

Secarik kertas...

Apa itu Revolusi Industri 4.0?